Beberapa Resiko yang harus siap kalian hadapi saat menjadi Publisher Adsense (Bloggger)

Beberapa Resiko yang harus siap kalian hadapi saat menjadi Publisher Adsense

Halo guys, kali ini gua bakal bahas soal adsense, karena emang adsense selalu aja update tiap beberapa bulannya, dan bikin makin banyak hal buat dibahas.

Dan tepatnya kali ini gua mau bahas resiko, atau bahasa inggrisnya yaitu Risk. Yang pasti akan kalian hadapi saat atau selama menjadi Publisher Adsense.

Btw ane bukan pawangnya adsense yak, jadi walau bicara soal adsense pun, itu cuma berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita dari teman-teman publisher lain.

Yosh, selama ane main adsense, ada 4 resiko utama yang mana kita harus siapin mental buat ngehadapinya, jika gak siap-siap hal ini bisa bikin stres soalnya.

1. Mendaftar Susah

Baru mau daftar akun aja udah cukup sulit, bisa makan banyak waktu, atau bahkan ditolak hingga berkali-kali.

Ditambah lagi sekarang 1 akun Adsense hanya bisa buat 1 domain, jika ingin nambah domain kita harus mendaftarkan domain tersebut lagi, gak cuma modal nempel kode setelah punya akun approve seperti dulu.

Dan domain yang didaftarkan pun juga bakal dipersiksa manual oleh pihak Adsense, jadi masih bisa kemungkinan ditolak kalau blognya tidak layak.

2. Iklan Dibatasi

Nah, semenjak bulan maret 2019 lalu, para publisher makin dibikin pusing lagi dengan adanya kebijakan pembatasan iklan oleh pihak Adsense.

Jadi, dalam sehari itu iklan yang tayang sangat sedikit, dan lebih banyak blank nya.

Dan yang menimpa iklan dibatasi ini nggak cuma sekedar akun fresh, akun lama juga ada yang kena. Dan hal ini emang bener-bener bikin stres karena menurunkan penghasilan hingga 90 persen.

Mengenai Iklan yang dibatasi ane pernah cerita panjang lebar di artikel sebelumnya, kalian bisa baca di artikel ini Solusi Iklan Adsense Jarang Tampil

3. CPC atau BPK yang cenderung rendah

Cost per Click atau biaya perklik iklan untuk blog Indonesia yang rendah emang salah satu hal yang bikin pusing para publisher.

Karena persoalan berapa banyak uang yang kita hasilkan di adsense sangat bergantung pada nilai CPC atau BPK ini

Yak, tapi gak perlu khawatir, sebenarnya ada cara untuk menaikkan nilai BPK, seperti memanfaatkan fitur saldo iklan atau Ad Balance, memblokir iklan cpc rendah, atau membuat blog berbahasa inggris agar dapat banyak visitor bule.

Btw nilai BPK juga bergantung pada musim, biasanya BPK akan naik saat ada event seperti menjelang tahun baru, atau pergantian musim dan sejenisnya, pokoknya ada banyak hal yang mempengaruhi cpc ini.

Untuk blog Indonesia sendiri, nilai BPK nya berkisar antara 200 hingga 10.000 rupiah.

4. Tidak Ada Jaminan Gajian

Banned, akun dinonaktifkan dan istilah sejenisnya adalah hal yang paling horror bagi publisher Adsense.

Dan harus kalian ketahui bahwa tidak ada jaminan akun kalian aman dari banned ini.

Karena gak jarang blog murni tanpa copas juga kena sleding Google, jadi jangan pernah ngejekin orang yang akunnya dibanned dan ngatain mereka dibanned karena main gak murni, karena bisa saja kalian berikutnya, cuma nunggu waktu.

Dan yang lebih mengesalkannya, sebagai publisher adsense informasi yang diberikan pada kita hanyalah sekadar “kita bekerja bareng Google” tanpa tau siapa nama pimpinanya, siapa manajer iklan kita, siapa yang transfer gaji, atau siapa yang banned akun kita.

Jadi ya kita ga bisa nuntut kalo udah sekali di banned, apalagi kalau cuma blogger kecil-kecilan, ya ga bakal digubris oleh Google.

Mau banding juga kemungkinan berhasilnya cuma 1:99. Dan kebanyakan akun yang berhasil banding juga saldonya bakal balik jadi 0, jadi saldo tetap diambil oleh Google dan kita gagal gajian.

 

 

Jadi ya sebaik-baiknya adalah jangan pernah jadikan Adsense sebagai penghasilan utama, selagi akun masih aman dan masih gajian, kalian bisa pakai uangnya buat bikin usaha, beli tanah dan lain-lain.

Yosh, gua rasa sekian dulu pembahasan kali ini, bai bai.